Sabtu, 26 Maret 2011

UNDANGAN MENULIS ANTOLOGI “MAAF”

Tegal, 26 Maret 2011

                                                         UNDANGAN MENULIS ANTOLOGI “MAAF”
                                                            Oleh : Syaque Hikaritokusaikizoku


            Kapan terakhir kita meminta maaf? Apakah sehari yang lalu atau bahkan setahun yang lalu? Sebagai manusia yang kerap memiliki salah dan khilaf, hendaknya kita senantiasa meminta maaf atas kesalahan kita yang disengaja atau tidak.

            Banyak kisah terpahat di sana. Suka duka menjalani hidup, cerita lucu penuh tawa bersama sahabat yang berubah menjadi permusuhan karena kesalahan kecil, mengharukan dan membuat air mata bercucuran, bahkan mungkin teriakan kecewa terhadap dunia luar tentang keengganan memberi maaf.

            Daripada semua cerita itu hanya menyesaki perasaan dan membuat badan kita makin kurus (atau makin gemuk) karena nafsu makan yang menggila akibat frustrasi, permusuhan semakin menjadi-jadi,  mari kita tuangkan kata maaf itu.

           Bagaimana? Siapkah kita meminta maaf atas kesalahan kita? Sudah seberapa besar keikhlasan kita memberi maaf?
Maka ikutilah Antologi ini untuk mengungkapkan perasaan kita.

 Syarat  Umum:
 • Usia bebas, jangan lupa pasang banner lombanya.

• Karya diambil dari kisah nyata, jadi bukan rekaan atau plagiat apalagi sudah dimuat ya? Jujur...

• Membuat pernyataan tertulis bahwa kisah yang dikirimkan adalah kisah nyata dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun (termasuk di dunia maya). Kirimkan bersama naskah.

• Kontributor yang ingin mengirimkan naskah harus menjadi teman dari  Asni Januarti  https://www.facebook.com/profile.php?id=100002222975770&ref=ts  dan Syaque Hikaritokusaikizoku https://www.facebook.com/profile.php?id=100000037856023  Yang belum menjadi teman, silakan add dahulu dan tambahkan pesan pribadi saat mengadd itu bahwa Anda ingin mengikuti proyek ini. Jangan lupa bergabung di Group Syaque Ya Syaque https://www.facebook.com/?ref=home#!/home.php?sk=group_119781844760475&ap=1 untuk info terupdate mengenai lomba ini.




Syarat  Khusus:
  • Naskah bisa menceritakan apa saja, asalkan sesuai dengan tema MAAF. Suka duka menjadi seorang  yang lebih dulu meminta maaf atau memberi maaf, kisah-kisah mengharukan, menyebalkan, lucu, dan inspiratif. Ingat, buku ini nanti tidak akan menjadi buku yang biasa saja, melainkan merupakan kumpulan kisah sejati yang mengandung hikmah dari para penulis.

• Naskah berupa tulisan nonfiksi boleh berupa narasi atau cerpen dengan kisah yang mengalir, ringan, dan mudah dicerna tapi tetap sesuai dengan EYD. Hindari pemakaian kata-kata yang menyinggung SARA, mengandung pornografi, bahasa kasar, dan bahasa alay. Boleh disertakan bahasa Daerah atau bahasa Asing dengan diberi penjelasan pada footnote.

• Panjang naskah 6-7 halaman kertas A4, ketik 1,5 spasi, huruf Times New Roman 12. Ketik dan simpan hanya dalam file Microsoft Word (berformat Rtf).

• Naskah dikirim dalam bentuk attachment ke alamat e-mail: syaquehikaritokusaikizoku@gmail.com dan bukan ditulis di badan e-mail. Pada subyek, tuliskan: (MAAF) – Judul Naskah.

• Sertakan nama asli, nama FB, nomor yang bisa dihubungi dan biodata naratif sepanjang satu paragraf di akhir naskah.

• Akan dipilih 14 naskah (total 16 naskah dengan naskah milik pantia Syaque dan Asni Januarti) yang dinilai paling unik, memotivasi, dan menginspirasi untuk dibukukan dalam sebuah antologi.

• Naskah ditunggu hingga tanggal 31 Juli 2011  pukul  24.00 WIB.

• Pengumuman kontributor yang masuk dalam antologi ini akan di-posting di Notes FB Syaque pada tanggal 7 Agustus  2011.

• Naskah yang terpilih akan diterbitkan Secara Indie. Kontributor tidak menerima royalti. Pemenang masing-masing akan mendapat buku Antologi Kata “MAAF”.


        Jadi, tunggu apa lagi? Tulis kisahmu yang paling menarik, tak terlupakan, dan memotivasi lalu kirimkan sekarang juga.

                                       (Penyusunan dan editing naskah dilakukan oleh Panitia)


                                                                        Salam Cinta;


                                                                         PANITIA


"Maaf, aku telah bersalah padamu"

Selasa, 22 Maret 2011

SURAT CINTA UNTUK RASULULLAH


Kepada Rasulullah, kekasih Allah.
Assalamu’alaika Yaa Habiballah..
Wahai kekasih Allah, mengenalmu begitu indah merindukanmu begitu mendamaikan kalbu. Ketika bertahun-tahun umat manusia bergelimangan maksiat karena buta oleh silaunya dunia, Allah menciptakanmu. Allah mendatangkanmu sebagai penerang jalan kehidupan dengan cahaya islam yang engkau kibarkan. Sungguh; ada kebahagiaan tersendiri dalam sanubariku menjadi umatmu. Selamat datang Yaa Habiballah.
Aku bersyukur mengenalmu dalam naungan islam, walau ku tahu kadar keimananku hanya sebatas sujudku. Dan malam-malamku tak seperti malam-malam yang engkau habiskan untuk menghadap_Nya.
Yaa Habiballah... kerinduanku padamu sempat mengering, ketika kehidupan membuatku putus asa. Aku kehilangan pegangan hidup! Perjalanan hidup yang ku tempuh sungguh menyayat jiwa. Kerap kali air mataku terkuras karena kejamnya dunia  padaku.
Aku kembali bangkit dari keterpurukan, kemudian setitik rindu yang mengering itu mulai ku rajut kembali. Allah menolongku, melalui shalawat kepadamu yang kerap ku lafadzkan. Aku kembali mendapat terangnya kehidupan, terangkat dari jurang kenistaan. Terima kasih Yaa Habiballah.. Dengan bershalawat kepadamu, kembali ku rasakan kedamaian jiwa yang sempat aku hambarkan.
Ya Rasulullah… bila tak ku temukan cinta di rumah, mungkin cintaku di jalan-jalan yang beriring pada teras kerukunan. Mengajarkan hormat menghormati.Yaa Rasulullah.. engkau yang maksum selalu memohon ampun pada_Nya, sedang aku sibuk menghitung kesalahan orang lain.

Engkau selalu beristighfar sepanjang malam lebih dari 70 kali, sedang aku tak pernah melakukan sebanyak itu karena aku lebih sibuk menghitung harta yang semakin menumpuk. Dosaku terlalu banyak, dan aku menyibukkan diri pada urusan duniawi saja. Sedang engkau masih mendo’akan umatmu yang Nabi sebelummu tidak sebegitu cintanya pada umat mereka melebihi kecintaanmu pada kami. Bahkan dalam akhir hayatmu engkau masih mengingat kami. Engkau masih menyebut kami walau malaikat pencabut nyawa sudah menghampirimu; “umatku! Umatku! Umatku!”
            Wahai kekasih Allah.. Ingin ku peluk bayangmu, ketika rindu mulai sesakkan kalbu. Agar diriku yakin; akulah umatmu. Berbagai dongeng dan cerita tentangmu telah aku dengar. Sungguh; mendengar cerita tentangmu aku merasa iri. Engkau diberikan segala kesempurnaan hidup, keteguhan iman dan keshalihan yang tak tertandingi. Sedang aku hanya manusia biasa yang lemah. Tetapi menjadi umatmu adalah karunia_Nya yang tak ternilai.
            Maafkan aku wahai kekasih Allah... Saat ini aku merasa rindu padamu. Entah apa arti dari semua kerinduanku padamu, namun jiwa kerdil ini sebenarnya ragu. Apakah pantas diriku yang berlumur dosa mencintaimu? Ustadz-ustad menyebut namamu dalam hadist : “Sebagai kepala negara, Rasulullah berjalan bersama janda, orang miskin, dan budak untuk mencukupi hajat dan keperluan mereka” (HR an-Nasai dan al-Hakim). Kembali ku luruskan niat untuk merindumu, karena kau memang pantas untuk dirindukan. Hingga aku ingin memelukmu ketika rindu mengoyak ketenanganku. Agar keyakinanku pasti; Islam adalah agama yang Allah amanahkan padamu. Islam adalah agama yang diridhoi Allah.
            Wahai insan yang ku rindu... kerinduanku padamu melebihi kerinduan pada kekasih,  istri, keluarga, bahkan keturunanku. Dalam setiap nafasku terhimpit ribuan kerinduan yang mendalam. Aku tak ingin kerinduan padamu pudar, Ya Rasulullah. Sayang sekali jika aku biarkan kebersamaan ini pudar. Sungguh menyesal bila kerinduanku harus berakhir karena egoisme yang lebih mencintai makhluk selain Rasulullah SAW suri tauladan ummat.

            Wahai insan yang ku rindu... Maafkan aku jika kerinduanku terbatas, karena yang ku tahu Allah Maha Pencemburu. Aku merindumu, tetapi aku juga merindu berjumpa DIA, aku rindu merasakan nikmat syurga_Nya. Aku takut jika murka_Nya membuatku terjerumus dalam siksa Jahannam, maka maafkan aku yang merindumu tetapi kerinduanku tak melebihi dayaku karena aku adalah hamba_Nya.
            Wahai insan yang ku rindu... Pantaskah aku engkau sebut kekasih sedang kecintaanku padamu masih sebatas harapan? Cintai aku Ya Rasulullah, melalui shlawat padamu aku mengharapkan syafaat darimu kelak ketika aku terdampar di penghisaban_Nya. Bukankah yang ku dengar jika kami sebagai umatmu bershalawat di makammu Ya Rasulullah, engkau mendengarkan bacaan shlawat yang kami bacakan di makammu? Bukankah jika kami membaca shalawat tetapi kami berada di tempat yang jauh dari tempatmu maka engkau akan mendatangi tempat kami, Ya Rasulullah?
            Wahai insan yang ku rindu... Izinkan ku tata hati ini ketika membaca shalawat kerinduan padamu, karena kami semua yakin engkau hadir di dekat kami Ya Rasulullah. Engkau mendatangi kami lebih mesra daripada sepasang pengantin baru. Kami imani kabar itu Ya Rasulullah.
            Wahai insan yang selalu dikabulkan do’a oleh_Nya. Sebuah kisah yang membuatku semakin mencintaimu aku dengar dari salah satu Guru agamaku. Dalam kisah itu diceritakan tentang manfaat bershalawat padamu. Dalam kisah itu diceritakan bahwa suatu ketika malaikat Jibril berkata kepada Allah SWT: “Ya Allah, mohon diizinkan saya hendak menuntun orang yang membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW melewati shirotol mustaqim dengan selamat”. Kemudian malaikat Mikail juaga begitu, “Kepala saya juga tidak akan saya angkat-angkat kalau Engkau belum memberi ampunan untuk orang-orang yang mau membaca shalawat”. Malaikat Izrail lebih agung lagi berbicara kepada Allah; “Wahai Tuhanku, mohon izinkan saya mencabut nyawa orang-orang yang membaca shlawat ini dengan tata cara mencabut nyawa para Nabi”. Sungguh Ya Rasulullah, aku merindumu dengan perasaan rindu yang tak terbendung. Bukan karena hadist yang mengabarkan tentang kisah malaikat Jibril, Mikail, Izrail atau kabar yang lain. Tetapi karena engkau memang pantas dirindui. Malaikat bahkan makhluk_Nya yang lain pun merindumu.
            Wahai insan yang dirindui seluruh umat.. Sampaikanlah segala hajat kami kepada Allah. Karena melalui engkau, Allah akan mengabulkan do’a-do’a kami. Aku ingin selalu berada didalam fitrah yang telah engkau ajarkan. Kami yakin janji_Nya akan ditepati. Janji Allah Yang Maha Merajai:  “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih-sayang sesama mereka”. (QS al-Fath [48]: 29).
            Ya Rasulullah.. izinkan hamba terus merindumu dalam kadar keimanan yang masih terus diperbaiki karena terkadang melemah. Sampaikanlah do’a-do’a kami kepada_Nya. Izninkan kami senantiasa melafadzkan “Doa Kumail bin Ziyad” :
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Wahai yang Karunia-Nya senantiasa pada semesta alam
Wahai yang Maha Pemurah dengan pemberian-pemberian
Wahai Pemberi segala bantuan dan pertolongan
Curahkanlah Shalawat serta Rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya
(karena mereka adalah) ciptaan-Mu yang memiliki budi terluhur

Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu
Dengan kekuatan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu
Yang dengannya merunduk segala sesuatu
Yang dengannya merendah segala sesuatu
Dan dengan keagungan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu
Dengan kemuliaan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu

Dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu
Dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu
Dengan wajah-Mu yang kekal setelah fana segala sesuatu
Dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesuatu
Dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu
Dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu
Wahai Nur, Wahai Yang Maha Suci
Wahai Yang awal dari segala yang awal dan wahai yang akhir dari segala yang akhir
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan
Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana
Ampunilah dosa-dosaku yang merusak nikmat
Ampunilah dosa-dosaku yang merintangi doa
 Ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bencana
Ya Allah ampunilah segala dosa yang telah kulakukan dan segala kejahatan
yang telah kukerjakan
            Wahai insan yang selalu pantas dirindui... Umatmu memujimu karena akhlakul karimah yang engkau teladankan pada kami. Salam rindu dari umatmu yang tak pernah melihat teduhnya wajahmu, hangatnya senyummu. Namun tetap akan merindumu Ya Rasulullah. Izinkan selalu rindu ini bersemayam dalam sanubari, agar keyakinanku pasti; “Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad SAW adalah Rasulullah”.
Wassalamu’alaika Yaa Akramahullah bil'ilmi wal wilayah..
 SURAT INI DIIKUTKAN PADA LOMBA MENULIS SURAT

Bagi yang berkenan membaca, semoga Allah menambahkan kecintaan kita pada Rasulullah. amien.. amien.. amien..


SYAQUE HIKARITOKUSAIKIZOKU adalah nama pena dari Nurul Ghani. Berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Sampai saat ini masih berdomisili di Desa Bulakwaru 05/01 kec. Tarub Kab. Tegal Jawa Tengah 52184. Setelah menamatkan studi di MI Ikhsaniyah Bulakwaru, kemudian melanjutkan sekolah di SMP Hasyim Asy’ari Tarub sampai ke SMA Muhammadiyah Tarub. Syaque dapat dihubungi melalui 0819 0248 3388 atau via FB syaquehikaritokusaikizoku@gmail.com